Sistem Informasi manajemen
Selasa, 07 Maret 2017
google-site-verification: googleaf7783407ad03a99.html
google-site-verification: googleaf7783407ad03a99.html
Definisi sistem Informasi Manajemen
. Sistem Informasi Manajemen
1.
Definisi Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya
terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dair sumber
daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya
informasi utnuk mendukung perencanaan danperumusan kebijakan oleh tingkat
manajemen.
Definisi sebuah
sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah
sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted ) untuk menyajikan informasi
guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam
sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras ( hardware ) dan
perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan
keputusan, dan sebuah “data base”.
2. Manfaat
dan Penggunaan Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi
yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat bergunabagi manajamen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu
dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level)
manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada
pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat
dalam pembuatan keputusanmanajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan
rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah
suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi
yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat
atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1) Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara
tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara
sistem informasi.
2) Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan
dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3) Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4) Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan
keterampilan pendukung sisteminformasi.
5) Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada
sistem informasi.
6) Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi
ekonomis darisistem informasi dan teknologi baru.
7) Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi
pengembangan dan pemeliharaansistem.
8) Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah
transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai
salahsatu produk atau pelayanan mereka.
9) Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah
cek-cek nasabah danmembuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang
terjadi.
10) Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk
mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan
jenis barangyang tersedia.
11) Sistem informasi untuk perencanaan strategis tujuan
perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu
organisasi akanmampu mencapai tujuannya. Aktifitas perencanaan strategis tidak
harusterjadi dalam suatu siklus periode seperti kegiatan pengendalian
manajemen. Kegiatan ini memang agak tidak teratur, meskipun beberap
a perencanaan strategis bisa dijadwalkan ke dalam
perencanaan tahunan dansiklus penganggaran. Dukungan sistem informasi untuk
perencanaan strategis tidak bisa selengkap seperti bagi pengendalian manajemen
dan pengendalian operasional. Namun demikian sistem informasi manajemendapat
memberi bantuan yang cukup pada proses perencanaan strategis, misalnya:
v Evaluasi kemampuan yang ada didasarkan atas data
internal yang ditimbulkan kebutuhan pengelohan operasional.
v Proyeksi kemampuan mendatang
dapat dikembangkan oleh data masalampau dan
diproyeksikan ke masa mendatang.
v Data pasar dan persaingan yang
mungkin bisa direkam dalam databasekomputer.
12) Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Fungsi
Organisasi Sistem informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang didasarkan atas fungsi yang
dilaksanakan dalam suatuorganisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan
aplikasi-aplikasi untuk membentuk semua proses informasi yang berhubungan
dengan fungsinya,walaupun akan menyangkut database, model base dan beberapa
program komputer yang biasa untuk
setiap subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional, terdapat
aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian operasional, pengendalian
manajmen, dan perencanaan strategis.
3. Keuntungan Penggunaan Sistem Informasi Manajemen
Ø Meningkatkan efisiensi operasional Investasi di
dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi
lebih efisien. Efesiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan
strategi keunggulan biaya (low-costleadership). Dengan menanamkan investasi
pada teknologi sisteminformasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan
untuk memasukiindustri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan
besarnyainvestasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk
memasukipersaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh
adalahmengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangunhubungan
baru yang lebih bernilai dengan mereka.
Ø Memperkenalkan inovasi dalam bisnis Penggunaan ATM
(automated teller machine) dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari
inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat
memperoleh keuntungan strategis melebihipesaing mereka yang berlangsung
beberapa tahun. Penekanan utamadalam sistem informasi strategis adalah membangun
biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan
konsumenatau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem
reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agenperjalanan
oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agenperjalanan telah menjalankan
sistem reservasi terkomputerisasi tersebut,maka mereka akan segan utnuk
menggunakan sistem reservasi daripenerbangan lain.
Ø Membangun sumber-sumber informasi
strategis. Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk
membangunsumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan
dalamkeuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras
danperangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewaspesialis
sistem informasi, dan melatih end users.
4. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Dakwah
Kegiatan dakwah
akan lebih terarah dan terukur keberhasilannya dengan adanaya sitem
informasi, kita dapat melaksanakan komputasi numeric, bervolume
besar, dan dengan kecepatan yang tinggi, menyrdiakan komunikasi dalam antar
organisasi, Meningkatkan efisiensi dan efektifitas.
a) Menyediakan Informasi yang jelas.
b) Mengotomatisasi Proses yang tadinya manual,
c) Mempercepat Pengetikan dan editing.
d) Menentukan Pembiayaan menjadi lebih murah.
5. Tahapan Sistem Informasi Manajemen Dakwah
Sistem informasi
merupakan suatu sistem yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya, atau sebuah sistem untuk menyediakan informasi guna mendukung
operasi, manajemen dalam suatu organisasi secara terintegrasi.Secara konseptual
siklus pengembangan sebuah sistem informasi terdiri dari
1. Analisis Sistem
Menganalisis dan
mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan
proses organisasi.
2. Perancangan Sistem
Merancang output,
input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak
yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi agar dakwah bias berkembang.
3. Pembangunan dan Testing
Sistem Membangun
perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing
secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan
mengoperasikan perangkat lunak.
4. Implementasi Sistem
Beralih dari sistem
lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
5. Operasi dan Perawatan
Mendukung operasi
sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
6. Evaluasi Sistem
Mengevaluasi sejauh
mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.
Untuk mengelola
sumberdaya teknologi informasi secara efektif memerlukan perhatian yang besar
pada sisi operasional. Oleh karena itu jika dikelola dengan baik, maka dapat
mengurangi biaya operasional, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas
dan efisiensi kerja.
Kita ketahui bahwa
internet adalah jejaring social sebagai dunia informasi bagi masyarakat luas.
Internet bisa dimanfaatkan sebagai pengembangan Dakwah. Hadirnya akses internet
merupakan media yang tidak bisa dihindari karena sudah menjadi peradaban baru
dalam dunia informasi dan komunikasi tingkat global. Dengan adanya akses
internet, maka sangat banyak informasi yang dapat dan layak diakses oleh
masyarakat internasional, baik untuk kepentingan pribadi, pendidikan, bisnis
dan lain-lain. Dimana munculnya jaringan internet dianggap sebagai sebuah
revolusi dalam dunia komunikasi dan informasi. Dan ini sangat menguntungkan
bagi sebuah organisasi Dakwah untuk mengembangkan dakwahnya di jejaring social
atau yang sering kita sebut dengan dunia internet (Facebook, Tweeter, Blog).
Dampak internet
terhadap pengembangan dakwah tentu saja ada nilai positif dan negative.
Positifnya, saat ini internet banyak digunakan sebagai sarana untuk berdakwah.
Karena sifatnya yang global dan tidak pernah turn-off. Selain itu semua
orang di seluruh pelosok dunia hampir bisa menikmati fasilitas internet.
Sehingga sangat berguna bagi kelancaran berdakwah.
Internet bisa
dijadikan sebagai media dakwah islami. Terbukti dengan adanya situs-situs
dakwah di media internet salah satunya MyQuran.com adalah terdapat link untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat suci
Al-Qur’an dan suara adzan versi Mekkah dan Madinnah. Ukhuwah.or.id merupakan
situs yang berangkat dari kebutuhan komunikasi internal mahasiswa Fakultas Ilmu
Komputer UI.
Hal ini membuktikan
bahwa keberadaan internet membawa dampak positif bagi kemajuan atau
perkembangan dakwah. Dakwah yang dulu hanya bisa disampaikan melalui tabligh,
seiring dengan kemajuan teknologi kini berkembang bahwa dakwah tidak terbatas
sampai dunia tabligh , tetapi bisa disampaikan melalui media internet walaupun
satu ayat.
7. Penggunaan SIM yang Berkembang
Sesungguhnya,
konsep sistem informasi telah ada sebelum munculnya komputer. Sebelum
pertengahan abad ke-20, pada masa itu masih digunakan kartu punch,
pemakaian komputer terbatas pada aplikasiakuntansi yang kemudian dikenal
sebagai sistem informasi akuntansi.Namun demikian para pengguna–khususnya
dilingkungan perusahaan -masih mengesampingkan kebutuhan informasi bagi para
manajer. Aplikasiakuntansi yang berbasis komputer tersebut diberi nama
pengolahan dataelektronik (PDE). Pada tahun 1964, komputer generasi baru
memperkenalkan prosesorbaru yang menggunakan silicon chip
circuitry dengan kemampuanpemrosesan yang lebih baik. Untuk
mempromosikan generasikomputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep
sisteminformasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputeradalah
untuk menghasilkan informasi bagi manajemen. Ketika itumulai terlihat jelas
bahwa komputer mampu mengisi kesenjanganakan alat bantu yang mampu menyediakan
informasi manajemen.Konsep SIM ini dengan sangat cepat diterima oleh beberapaperusahaan
dan institusi pemerintah dengan skala besar seperti Departemen Keuangan
khususnya untuk menangani pengelolaananggaran, pembiayaan dan penerimaan
negara.Namun demikian, para pengguna yang mencoba SIM pada tahap awalmenyadari
bahwa penghalang terbesar justru datang dari para lapisanmanajemen tingkat
menengah – atas. Perkembangan konsep ini masih belum mulus dan banyak
organisasi mengalami kegagalan dalam aplikasinya karena adanya
beberapahambatan, misalnya:
Ø Kekurangpahaman
para pemakai tentang komputer,
Ø Kekurangpahaman para spesialis bidang informasi tentang bisnis dan peran manajemen,
Ø Relatif mahalnya harga perangkat komputer, serta
Ø Terlalu berambisinya para pengguna yang terlalu yakin dapatmembangun sistem informasi secara lengkap sehingga dapatmendukung semua lapisan manajer.
Ø Kekurangpahaman para spesialis bidang informasi tentang bisnis dan peran manajemen,
Ø Relatif mahalnya harga perangkat komputer, serta
Ø Terlalu berambisinya para pengguna yang terlalu yakin dapatmembangun sistem informasi secara lengkap sehingga dapatmendukung semua lapisan manajer.
Sementara konsep
SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari Massachussets Institute of
Technology (MIT) mengenalkan konsep baru yang diberi nama Sistem Pendukung
Keputusan (Decision SupportSystems - DSS). DSS adalah sistem yang
menghasilkan informasi yangditujukan pada masalah tertentu yang harus
dipecahkan ataukeputusan yang harus dibuat oleh manajer. Perkembangan yang lain
adalah munculnya aplikasi lain, yaituOtomatisasi Kantor (office
automation - OA), yang memberikanfasilitas untuk meningkatkan
komunikasi dan produktivitas paramanajer dan staf kantor melalui penggunaan
peralatan elektronik. Belakangan timbul konsep baru yang dikenal dengan namaArtificial
Intelligence (AI), sebuah konsep dengan ide bahwa komputer
bisadiprogram untuk melakukan proses lojik menyerupai otak manusia.Suatu jenis
dari AI yang banyak mendapat perhatian adalahExpertSystems (ES),
yaitu suatu aplikasi yang mempunyai fungsi sebagaispesialis dalam area
tertentu.Semua konsep di atas, baik PDE, SM, OA, DSS, EIS, maupun AImerupakan
aplikasi pemrosesan informasi dengan menggunakankomputer dan bertujuan
menyediakan informasi untuk pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan.
Langganan:
Komentar (Atom)